Minggu, 10 Juli 2016

Juli

Juli..
Bulan ini rupanya "agak" banyak bercerita tentang diriku..
Biarlah aku menginjak menyusuri kerikil ini mencapai tujuan yang bersolek elok, berkilau dan teduh di ujung sana walaupun ku tak tahu kapan akan sampai kesana..
Yang kupercaya ada Allah SWT mau ikut membimbingku kesana, membekaliku dengan ketegaran, kesabaran dan keikhlasan.. Amiin. Semua ini miliknya, dan akan kembali kepadanya.
Dalam kesulitan akan datang kemudahan, begitu janjiNYA padaku.

Hmmm tapi kenapa terasa tak berhenti ya Allah? apakah aku begitu lemah dan kosong sehingga kertas ujian itu hanya selalu dipenuhi soal-soal yang tak kunjung benar jawabannya? atau apakah aku terlalu kuat sehingga Engkau terus menunggu hasil-hasil jawabanku yang selalu istimewa? apapun itu semua adalah kuasaMu. PerintahMu yang kuingat adalah kertas ujian itu bukan untuk dirobek-robek..tetapi untuk di selesaikan!

Berarti aku tidak boleh marah, aku tidak boleh memberontak atau malah berbalik memusuhi dan menghujatMu ya Allah. Baiklah..aku usahakan seperti itu, tetapi janji antarkan aku ke telaga warna yang penuh cahaya itu.. aku ingin merasakan wanginya ketentraman dan ketulusan.

Semua takdirmu baik ya Allah..tidak patut aku menyalahkan keadaan, tidak bijak jika aku teriak, tidak etis apabila ku meringis. Tenggelam dalam doa kepadaMu itu akan lebih tepat adanya.

Di bulan ini aku juga mengucap Alhamdulillahirobbil’alamin puji dan syukur ku panjatkan kepadamu ya Allah karena sampai saat ini engkau masih memberikanku kesempatan untuk hidup didunia yang indah ini, sujud syukurku kepadamu karena sampai saat ini aku masih bisa disini bersama orang-orang yang sangat ku cintai.

Terkadang hidup ini penuh dengan kesesatan duniawi, tatkala akupun sering melanggar semua perintahmu dan selalu mengulanginya secara terus menerus baik itu sengaja ataupun itu hanyalah itu ketidak sengajaanku. Dengan penuh kesadaran aku menyadari bahwa selama ini yang aku lakukan hanyalah mempersulit keadaan orang-orang yang aku cintai dan masih belum bisa membahagiakan mereka, akan tetapi aku yakin bahwa di balik itu semua engkau punya rencana yang amat baik demi menuntunku ke jalan yang engkau ridhai.

Di pertambahan usia ku ini seharusnya aku bukanlah seorang anak kecil lagi yang segala sesuatunya harus menjadi beban bagi siapapun, terkadang dalam hati selalu merenung kapankah diri ini bisa membuat mereka bahagia? Mereka yang kucintai adalah mereka yang selalu mendukung segala sesuatu yang aku lakukan dan selalu menegurku di saat aku berada di jalan yang salah. Ya Allah 1 keinginanku di hari pertambahan usiaku ini adalah agar selalu bisa membahagiakan mereka dan selalu dalam jalan yang engkau ridhai, Aku sadar hidup ini tidak ada keberkahan tanpa adanya penyesalan dan do’a yang ku panjatkan kepadamu.

Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku agar aku selalu menjadi hambamu yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini, dan tuntunlah diri ini agar selalu menjadi pribadi yang bijaksana dalam menghadapi persoalan di dunia ini.

Satu tekadku adalah ingin menjadi seorang pribadi yang bisa membanggakan semua orang dan tidak mengecewakan mereka.

Mungkin ini adalah sedikit ungkapan hatiku kepadamu ya Allah :

Kata taubat yang telah ku ucap kini ku nodai lagi
Ku terikat dengan banyak dosa yang terkadang ku hindari
Kalau bukan karena rahmatMu mungkin ku sudah menjadi
Manusia yang hina dan jauh dari pandangan semua

Ku yakin Kau masih mau memberi
Kesempatan lebih dari seribu kali
Ya Allah ku telah sia-siakan usiaku

Yang ku takut bukan saat ku mati
Tapi yang ku takut setelah ku mati
Amal apa yang akan ku bawa saat ku di hisab nanti
Dosaku yang terhapus rahmatMu kini ku nodai lagi
Dan semua nikmat yang Kau beri telah banyak ku ingkari

Ucapan terima kasih tak lupa ku sampaikan kepada kedua orangtuaku, keluarga dan sahabat-sahabatku. Tanpa kalian hidup ini terasa mati dan bagaikan kehilangan raga yang sebenarnya.

Kesombongan dunia ini terkadang membutakan hati kita dan perlu diingat jangan pernah menilai segala sesuatu hanya dengan materi, ingat di akhirat nanti yang ditanyakan bukanlah seberapa banyak uang kita yang berada di dalam dompet/bank, tetapi seberapa banyak uang kita yang berada dalam kotak amal, jadi lakukanlah yang terbaik agar selalu di ridhai oleh Tuhanmu.

Berharap di usia ini segala sesuatu dalam hidupku ini bisa jauh lebih baik (lebih dewasa lagi, serta diberikan rezeki yang baik dan selalu diberikan kesehatan).
Amiiin..

Kemuliaan bulan ini juga, kembali menghantarkan aku pada kenangan akan sosok tercinta itu.. Apa kabarmu Ibu? beruntunglah engkau telah lepas dari gelombang badai hiruk pikuk dunia ini. Tak perlu risau akan diriku dan Ayah.. kami pasti berhasil menjalani semuanya, Insya Allah.

Lima tahun ini Engkau telah berpulang Ibuku, bertepatan dengan datangnya bulan Kemenangan 1437 H. Semoga bulan ini menjadi bulan yang indah untuk almarhum Ibu, berkat gema takbir yang ramai di dunia dari umatMu ya Allah. Amiiin ya Robbal a'lamiin..

Sabtu, 11 Juni 2016

Hormatilah Orang Yang (Tidak) Berpuasa

Setiap bulan puasa datang, saya pasti bersedih terhadap suatu hal. Saya bersedih dengan mereka yang tidak berkewajiban menjalankan puasa tapi tidak bisa bebas menjalankan hak-hak mereka. Mau makan, warung makannya ditutupi korden, Mau dugem, tapi tempat dugem ditutup karena DIPAKSA menghargai mereka yang puasa, padahal kalau malam kan gak puasa. Saya jadi bertanya-tanya: Pernahkah nabi Muhammad meminta orang untuk menghargai orang yang puasa, pernahkah Nabi meminta warung-warung ditutup pada siang hari ataupun ditutupi korden? Pasti kita tidak akan pernah menemukan hadits tentang itu.

Saya sebagai orang yang berpuasa, malah justru meminta dengan sangat agar semua orang menjalani hidupnya seperti biasa. Makanlah diwarung tanpa harus ditutup pergilah atau lakukan hal yang biasa anda lakukan sehari-hari tanpa harus dipaksa oleh apapun atau siapapun untuk menghargai saya. Jangan sampai anda kehilangan kebebasan makan anda karena disuruh pemerintah. Karena puasa itu bukan untuk anda, tapi untuk saya. Kalau penghormatan itu muncul dari diri anda sendiri itu lain perkara.

Saya butuh orang makan enak didepan saya, saya butuh gosip untuk dibicarakan, saya butuh godaan-godaan untuk membatalkan puasa saya. Saya butuh semua itu karena saya sedang berpuasa - berlatih untuk menahan diri. Untuk apa latihan menahan diri kalau tidak ada yang menggoda? apa hebatnya puasa saya kalau semua itu dilewati tanpa godaan? Seorang murid butuh ujian untuk meningkatkan level pendidikannya. Dan saya butuh godaan untuk memperkuat pertahanan diri saya.

Saya tidak tahu kenapa semua orang minta dihargai dan pemerintah membuat kewajiban untuk menghargai padahal penghargaan itu harusnya datang dari diri sendiri tanpa paksaan dari luar. Sebagai seorang muslim kita juga mestinya mencontoh Nabi Muhammad, pernahkah Nabi meminta dihormati ketika beliau sedang puasa? Kalau tidak ya berarti kita jangan minta dihormati. Maka, hormatilah yang tidak berpuasa.

Ini berandai-andai saja. Misalnya judul diatas diubah menjadi "Hormatilah Orang yang Sedang Berpuasa", Maka siapa yang lebih mulia? orang yang sedang tidak berpuasa, atau orang yang berpuasa? Jawab saya, tentu orang yang sedang tidak berpuasa itu, karena mereka menghormati kita yang berpuasa. Anda boleh berpendapat, mulia di mata manusia kan belum tentu mulia di mata Allah? Jawab saya, saya tidak tahu kecuali anda tanyakan langsung kepada Allah.

Jadi bisakah kita membuat mereka yang tidak berpuasa, baik yang karena sakit, haid, non muslim, tetap makan dengan rasa nyaman? tidak perlu repot sembunyi-sembunyi? Bisakah kita membuat pencari rejeki Allah melalui warung makan tetap membuka warungnya di siang hari, tanpa harus tidak enak hati, tanpa kita merasa terganggu dan tetap teguh berpuasa? Jawaban sesungguhnya bisa. Tinggal kita mau apa tidak.?

Sabtu, 09 April 2016

Sampai kapan ?

Dengar kata-kataku ini, Kawan!

Duduklah dengan manis, dan dengarkan baik-baik!

Kenyamanan adalah bahaya,

yang paling dicari orang,

seperti kamu,

seperti aku,

seperti kita semua di sini.

Minggu, 03 April 2016

Berlalu

Penyesalan tersisa
Rindu yang tak berujung
Ada hati yang telah kusia-siakan

Airmata yang mengering
Jejaknya dihapus angin
Tak ada lagi cara untuk memanggilnya

Meraba yang tak mungkin
Tentang roda waktu kan berputar mundur
Mencoba perbaiki
Namun tak kutemukan kita dimasa depan

Berlalu
Tawaku tempat sembunyi

Berlalu
Dirinya menjauh pergi

Berlalu
Senyuman terasa sepi

Berlalu
Namanya masih dihati

Posting pertama

Halo teman-teman blogger, ini merupakan posting pertama saya. Di blog ini nantinya akan saya isi dengan catatan-catatan pribadi saya, dan apapun yang saya anggap menarik untuk ditulis.