Saya sebagai orang yang berpuasa, malah justru meminta dengan sangat agar semua orang menjalani hidupnya seperti biasa. Makanlah diwarung tanpa harus ditutup pergilah atau lakukan hal yang biasa anda lakukan sehari-hari tanpa harus dipaksa oleh apapun atau siapapun untuk menghargai saya. Jangan sampai anda kehilangan kebebasan makan anda karena disuruh pemerintah. Karena puasa itu bukan untuk anda, tapi untuk saya. Kalau penghormatan itu muncul dari diri anda sendiri itu lain perkara.
Saya butuh orang makan enak didepan saya, saya butuh gosip untuk dibicarakan, saya butuh godaan-godaan untuk membatalkan puasa saya. Saya butuh semua itu karena saya sedang berpuasa - berlatih untuk menahan diri. Untuk apa latihan menahan diri kalau tidak ada yang menggoda? apa hebatnya puasa saya kalau semua itu dilewati tanpa godaan? Seorang murid butuh ujian untuk meningkatkan level pendidikannya. Dan saya butuh godaan untuk memperkuat pertahanan diri saya.
Saya tidak tahu kenapa semua orang minta dihargai dan pemerintah membuat kewajiban untuk menghargai padahal penghargaan itu harusnya datang dari diri sendiri tanpa paksaan dari luar. Sebagai seorang muslim kita juga mestinya mencontoh Nabi Muhammad, pernahkah Nabi meminta dihormati ketika beliau sedang puasa? Kalau tidak ya berarti kita jangan minta dihormati. Maka, hormatilah yang tidak berpuasa.
Ini berandai-andai saja. Misalnya judul diatas diubah menjadi "Hormatilah Orang yang Sedang Berpuasa", Maka siapa yang lebih mulia? orang yang sedang tidak berpuasa, atau orang yang berpuasa? Jawab saya, tentu orang yang sedang tidak berpuasa itu, karena mereka menghormati kita yang berpuasa. Anda boleh berpendapat, mulia di mata manusia kan belum tentu mulia di mata Allah? Jawab saya, saya tidak tahu kecuali anda tanyakan langsung kepada Allah.
Jadi bisakah kita membuat mereka yang tidak berpuasa, baik yang karena sakit, haid, non muslim, tetap makan dengan rasa nyaman? tidak perlu repot sembunyi-sembunyi? Bisakah kita membuat pencari rejeki Allah melalui warung makan tetap membuka warungnya di siang hari, tanpa harus tidak enak hati, tanpa kita merasa terganggu dan tetap teguh berpuasa? Jawaban sesungguhnya bisa. Tinggal kita mau apa tidak.?